Wikipedia

Search results

Saturday, 9 June 2012

Manfaat Dari Oatmeal





















1. Menurunkan kolesterol
Oatmeal merupakan sumber makanan yang kaya serat larut, yang juga ditemukan pada apel, pir dan prunes. Serat larut dapat menghambat tubuh dalam penyerapan kolesterol LDL, yang biasa dikenal sebagai kolesterol jahat. Satu cangkir dan setengah oatmeal mengandung lebih dari lima gram serat, yang cukup untuk mengurangi tingkat kolesterol Anda.

2. Mengurangi risiko hipertensi
Kandungan serat yang tinggi pada oatmeal tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan terhadap jantung, tetapi juga penurunan risiko tekanan darah tinggi. Sebuah rekomedasi untuk wanita menopause, yang cenderung berisiko mengalami hipertensi, harus makan setidaknya enam porsi oatmeal atau biji-bijian lain setiap minggunya.  Studi menunjukkan bahwa pria dapat bisa mengurangi risiko gagal jantung jika mereka makan satu mangkuk sereal gandum atau oatmeal, per hari.

3. Tinggi antioksidan
Oatmeal mengandung tipe khusus dari antioksidan yang disebut avenanthramide. Antioksidan ini mampu melawan radikal bebas yang menyerang HDL atau dikenal sebagai kolesterol baik. Di samping itu, senyawa ini juga melindungi kolesterol jahat (LDL) dari proses oksidasi, yang mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

4. Mencegah pengerasan arteri
Avenanthramides tidak hanya melindungi terhadap penyakit jantung, namun senyawa antioksidan ini juga mampu mencegah arteri dari pengerasan. Avenanthramides bekerja dengan menekan produksi molekul yang memungkinkan untuk mencegah pengerasan dinding arteri. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita menopause yang makan enam porsi serealia utuh seminggu dapat mengurangi risiko berkembangnya aterosklerosis.
Ateroskleorosis adalah kondisi di mana terjadi penumpukan plak di sepanjang lorong-lorong pembuluh darah dan memperlambat perkembangan stenosis, yang menyebabkan lorong-lorong dari arteri menyempit. Manfaat oatmeal bagi kesehatan kardiovaskular akan menjadi lebih besar bila dipasangkan dengan vitamin C.

5. Mencegah perkembangan kanker payudara
Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi dalam jumlah tinggi serat memiliki penurunan risiko terkena kanker payudara, terutama jika berasal dari serat gandum. Serat tidak larut dalam serealia utuh akan menyerang karsinogen dan menurunkan kadar estrogen dalam tubuh, sehingga melindungi tubuh dari perkembangan kanker. Sebuah studi di Inggris menemukan bahwa wanita pra-menopause mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 41 persen hanya dengan makan serat dari biji-bijian atau serealia utuh.

6. Mencegah pengembangan diabetes
Selain kaya serat, oatmeal merupakan sumber magnesium, yang mampu mengatur insulin dan kadar glukosa. Berbagai temuan telah menunjukkan bahwa, selama delapan tahun, perempuan yang makan diet kaya sereal dapat mengurangi risiko diabetes hingga 31 persen. Untuk mendapatkan manfaat optimal, Anda bisa menambahkan susu ke dalam oatmeal. Tambahan dari susu rendah lemak juga dapat menurunkan risiko diabetes.

7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Oatmeal mengandung beberapa jenis serat yang disebut beta-gluten serat. Serat ini mampu melindungi Anda terhadap penyakit jantung dan juga menaikan sistem imunitas. Hal ini membantu sel-sel kekebalan tubuh dalam mencari dan memperbaiki daerah pada bagian tubuh yang terserang infeksi bakteri.

8. Mencegah obesitas


Makan makanan untuk tidak mendapatkan suara berat seperti jenis diet yang sempurna, kan? Karena oatmeal sangat kaya serat, itu akan membuat Anda lebih penuh untuk jangka waktu yang lebih lama. Serat akan meningkatkan viskositas isi perut sehingga akan memakan waktu lebih lama untuk mengosongkan. Merasa penuh untuk jangka waktu yang lebih lama juga akan mencegah kebutuhan untuk camilan makanan manis atau asin sepanjang hari. Penelitian telah menghubungkan rendahnya risiko obesitas pada anak-anak yang rutin makan oatmeal.

9. Bisa di konsumsi untuk pasien celiac
Dewasa dan anak-anak yang menderita penyakit celiac umumnya tidak dapat mengonsumsi gluten (suatu senyawa protein yang terdapat pada gandum ), namun riset menunjukkan bahwa mereka bisa makan oatmeal meskipun mengandung sedikit gluten. Celiac adalah sindrom malabsoprsi di mana usus tidak mampu menyerap nutrisi makanan.

Manfaat Buah Kiwi












Buah kiwi selama ini telah dikenal sebagai salah satu jenis buah yang tinggi kandungan nutrisi dan vitamin C. Namun lebih dari itu, kiwi sebenarnya juga menyimpan manfaat tersembunyi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Di balik kulit coklatnya yang berbulu serta daging buah berwarna hijau, kiwi ternyata mengandung satu enzim pencernaan yang dapat membantu penyerapan protein. Enzim itu disebut actinidin. Ini adalah enzim protease (penghancur protein) yang ada pada buah kiwi hijau, berfungsi mencerna protein sehingga mudah diserap tubuh.

Seperti diketahui, dalam proses pencernaan yang terjadi mulai dari mulut hingga usus halus, tubuh membutuhkan berbagai enzim pencernaan, yaitu protease (untuk mencerna protein), lipase (mencerna lemak), dan amilase (mencerna karbohidrat). Saluran cerna yang sehat akan mencegah masuknya bakteri dan racun serta menjaga daya tahan tubuh. Untuk menjaga saluran cerna tetap sehat, tubuh membutuhkan makanan bergizi seperti buah.

Keunggulan lain buah kiwi adalah memiliki kandungan vitamin C dua kali lebih tinggi ketimbang jeruk dan terbukti 5 kali lebih efektif diserap oleh tubuh. Buah kiwi juga kaya akan asam folat yang bermanfaat bagi ibu yang ingin hamil, juga memiliki glycaemic index yang rendah sehingga aman bagi penderita diabetes.

Bantu proses pencernaan
Fiastuti memaparkan, kandungan serat pada buah kiwi hijau sangat tinggi dibandingkan jenis buah lain seperti pisang, apel dan jeruk. Serat pada buah kiwi terbagi kedalam dua jenis yakni serat larut dan serat tidak larut.

Serat larut berperan dalam membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, dengan membantu penyerapan gula lebih lambat, sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah tidak berlebihan dan juga tidak turun drastis.

"Serat larut pada kiwi juga membantu menstabilkan kadar lemak darah, dengan cara mengikat lemak dan membantu menjaga kadar lemak darah," katanya.

Sementara itu, serat tidak larut berfungsi membantu menjaga kesehatan usus dengan mencegah konstipasi dan memberi makan bakteri baik. Karena, menurut Fiastuti, usus tidak hanya berfungsi untuk pencernaan tapi juga berfungsi menjaga dan mencegah masuknya bakteri jahat kedalam tubuh, mencegah masuknya racun dan menjaga daya tahan tubuh.

Jadi, kalau selama ini orang berpikir usus hanya berfungsi untuk penyerapan saja, itu keliru. Apabila usus tidak sehat, maka bakteri akan mudah masuk ke sel-sel usus sehingga menyebabkan sakit pada tubuh.

"Kalau kita kurang makan serat tidak larut, buang air jadi susah. Akibatnya racun, kotoran dan bakteri akan berada di usus lebih lama. Semakin lama dia berkontak dengan dinding usus akan merusak sel-sel usus," jelas Fiastuti.

Enzim unik

Buah kiwi telah lama dipercaya dapat membantu pencernaan di lambung, selain kandungan serat (fiber) yang tinggi, buah kiwi  mengandung enzim unik, yaitu actinidin yang berfungsi mencerna protein sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.

Hal ini diperkuat dengan dua hasil penelitian laboratorium dan satu penelitian dengan percobaan pada binatang yang dilakukan oleh Riddet Institute, Massey University dan Zespri International. Penelitian menggunakan ekstrak buah kiwi hijau Zespri sebagai sumber enzim actinidin. Penelitian ini menggunakan sebuah metode penelitian laboratorium untuk melihat pencernaan di lambung dan usus.

Dalam kajiannya, peneliti menggunakan berbagai makanan sumber protein seperti daging sapi, protein susu (whey protein), susu kedelai, protein gandum (gluten) protein dari jagung, kolagen dan gelatin. Kemudian makanan itu dicoba dicerna dengan simulasi pencernaan lambung dan usus dengan diberi tambahan actinidin, yang berasal dari ekstrak buah kiwi.

Hasil peneliti menunjukkan bahwa, kandungan actinidin dan serat pada kiwi dapat membantu pencernaan protein lebih baik, membantu menjaga kadar gula dan lemak darah dan membentu menjaga kesehatan usus.