Wikipedia

Search results

Thursday, 22 March 2012

Osteoporosis


Osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Hal ini pada umumnya disebabkan karena kekurangan kalsium dan mineral lain di dalam tulang.

Dampak yang biasa terjadi akibat Osteoporosis adalah patah tulang yang umumnya terjadi pada tulang belakang, panggul atau pergelangan. Meskipun umumnya terjadi pada wanita, laki-laki juga dapat terkena osteoporosis.


Gejala

Pada tahap awal, anda biasanya tidak akan merasakan nyeri atau gejala lainnya. Tetapi ketika tulang telah melemah dan keropos anda dapat mengalami tanda dan gejala antara lain :

•    Nyeri punggung

•    Hilang tinggi badan

•    Badan membungkuk

•    Tulang mudah patah

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Dokter belum sepenuhnya paham apa yang menjadi penyebab osteoporosis. Pada kondisi normal tulang secara berkelanjutan mengalami pergantian di mana tulang baru terbentuk menggantikan tulang yang mati.

Ketika anda berusia muda, pertumbuhan tulang lebih cepat daripada tulang yang mati. Puncak pertumbuhan tulang ini terjadi pada sekitar usia 30 tahun. Setelah itu, pertumbuhan tulang menjadi lebih lambat daripada matinya tulang. Kekuatan tulang didasarkan pada ukuran dan ketebalan tulang. Ketebalan tulang diperoleh dari kalsium, fosfor dan mineral lain.

Faktor lain yang juga memengaruhi adalah kadar hormon. Pada wanita, ketika hormon estrogen menurun saat masa menopause, tulang kehilangan massa-nya secara drastis. Pada laki-laki, rendahnya hormon estrogen dan testosteron juga dapat menyebabkan massa tulang menurun.


Faktor risiko

Beberapa faktor risiko osteoporosis adalah:
•    Rendah kalsium
•    Mengkonsumsi tembakau
•    Anoreksia dan bulimia
•    Gaya hidup tidak aktif
•    Konsumsi alkohol secara berlebihan
•    Obat kortikosteroid dalam jangka waktu lama
•    Penggunaan obat-obatan lain
•    Wanita lebih umum menderita osteoporosis
•    Orang tua juga memiliki kecenderungan osteoporosis
•    Faktor keturunan
•    Hormon tiroid yang berlebihan
•    Mereka yang memiliki badan mungil
•    Kondisi medis dan prosedur medis yang mempengaruhi kesehatan tulang


Pencegahan

Ada tiga faktor penting untuk menjaga kesehatan tulang, antara lain:

•    Cukupi asupan kalsium yang dapat ditemukan pada susu, kacang almond, brokoli, bayam, kubis, ikan salmon kalengan dengan tulangnya, ikan sarden dan kacang-kacangan dan produknya seperti tahu.

•    Cukupi asupan vitamin D yang dapat ditemukan pada minyak ikan tuna dan sarden serta kuning telur. Akan tetapi, sebaiknya menggunakan suplemen vitamin D untuk memenuhi kebutuhan vitamin D.

•    Berolahraga secara teratur

Katarak











Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.

Banyak kasus mata katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata anda.

Tetapi jika hal ini sangat mengganggu keseharian anda, maka operasi merupakan prosedur yang anda butuhkan. Kabar baiknya prosedur operasi pengangkatan katarak mata aman dan efektif untuk dilakukan.





Gejala

Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata. Pada akhirnya pandangan mata anda akan kabur dan mengalami distorsi.

Tanda dan gejala katarak antara lain:

•    Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.

•    Sulit melihat pada malam hari

•    Sensitif pada cahaya

•    Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar

•    Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas

•    Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut

•    Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat

•    Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata

Katarak tidak membahayakan kesehatan fisik anda sampai katarak menjadi parah. Kondisi yang parah ini dapat menyebabkan radang, nyeri dan sakit kepala.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Seiring usia, fleksibilitas mata mengalami penurunan, begitpula dengan ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein. Dengan bertambahnya usia, komposisi mata mengalami perubahan dan struktur serat protein mengalami penurunan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menyebabkan noda pada lensa mata.

Ada tiga jenis katarak, diantaranya adalah :

a.    Nuclear. Katarak terjadi tengah lensa. Pada tahap awal akan ada perubahan pada fokus cahaya. Untuk sementara waktu anda akan mengalami kemajuan penglihatan khususnya dalam membaca. Tetapi kemudian penglihatan akan mejadi menguning dan terbentu noda putih pada lensa. Lebih lanjut lagi daya lihat akan memburuk dengan penglihatan menjadi coklat. Pada tahap yang parah akan sulit membedakan warna karena pandangan akan menjadi biru atau ungu.

b.    Cortical. Katarak ini dimulai dengan terbentuknya noda pada lapisan luar mata. Proses ini berjalan dengan lambat. Kemudian noda ini dapat menjalar ke bagian tengah lensa dan mengganggu aliran cahaya ke pusat lensa. Orang dengan katarak jenis ini akan mengalami silau ketika melihat cahaya.

c.    Subcapsular. Katarak jenis ini dimulai dengan terbentuknya area buram dibawah lensa. Katarak ini biasanya terbentuk di belakang lensa yang merupakan jalan cahaya ke retina mata. Katarak ini sering mempengaruhi kemampuan baca, mengurangi kemampuan melihat dalam cahaya terang dan menyebabkan silau atau lingkaran cahaya ketika melihat sinar di malam hari.

Ilmuan tidak mengetahui dengan jelas mengapa usia mempengaruhi perubahan lensa mata. Satu kemungkinan adalah rusaknya lensa karena molekul yang tidak stabil yang merupakan radikal bebas. Asap dan terkena sinar ultraviolet adalah dua sumber radikal bebas tersebut.

Usia bukanlah satu-satunya penyebab mengapa lensa mata mengalami perubahan. Beberapa orang lahir dengan katarak bawaan atau mengalaminya saat masa kanak-kanak. Katarak juga dapat disebabkan sang ibu terkena German measles (rubella) pada saat kehamilan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.

Faktor risiko
Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terkena katarak antara lain :
•    Usia
•    Diabetes
•    Sejarah keluarga dengan katarak
•    Pernah mengalami cedera atau radang pada mata
•    Pernah mengalami operasi mata
•    Penggunaan corticosteroids dalam jangka waktu lama
•    Terkena sinar matahari secara berlebihan
•    Terkena radiasi ion
•    Merokok


Pencegahan

Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terkena katarak antara lain :

•    Jangan merokok
•    Makan makanan dengan gizi seimbang
•    Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari
•    Menjaga kesehatan tubuh secara umum